Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Layanan / Pelayanan Penunjang Medik

Pelayanan Penunjang Medik




RSUD Prembun memiliki fasilitas penunjang medik antara lain:

a.        
Instalasi       Radiologi              

Pelayanan radiologi diberikan selama 24 jam,
didukung oleh tenaga profesional dibidangnya, dengan peralatan canggih sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang terjadi.

b.       
Instalasi   Laboratorium
               

   Peralatan laboratorium RSUD 
Prembun selalu mengikuti perkembangan peralatan mutakhir dengan upaya pemantauan
hasil yang dilaksanakan melalui program pemantauan mutu internal maupun mutu
eksternal pada lembaga penyelenggara nasional maupun internasional.
 

c.        
Instalasi    Farmasi
                    

Ketersediaan obat yang lengkap merupakan dukungan mutlak bagi upaya memenuhi
kebutuhan pelanggan. Ketelitian dalam mempersiapkan obat secara efektif dan
efisien dimungkinkan oleh karena dukungan sumber daya manusia yang terampil dan
profesional di bidangnya. Pelayanan farmasi terbuka selama 24 jam sehingga memudahkan
bagi pelanggan untuk mendapatkan pelayanan yang bersifat “One Stop Service” Pelayanan
farmasi yang cepat, tepat, akurat, kaya informasi dan dengan memperhatikan
keselamatan pasien merupakan dambaan pelanggan dan demikian pula harapan kami.

d.   Instalasi   Gizi
                        

Yaitu sarana dalam upaya pemenuhan zat gizi kepada pasien melalui
serangkaian proses kegiatan pelayanan gizi yang berkesinambungan mulai dari
perencanaan diet hingga evaluasi perencanaan diet. Tujuan : memenuhi
kebutuhan zat gizi pasien secara optimal baik berupa pemberianmakanan pada
pasien rawat inap maupun konseling gizi pada pasien rawat jalan.

e.    Pelayanan Anastesi
                        





















     Pelayanan Anestesi adalah suatu tindakan untuk menghilangkan rasa pasien mencakup hilangnya kesadaran, hilangnya rasa nyeri, takut dan rasa tidak nyaman
yang lain sehingga pasien nyaman dan fungsi sistem tubuh dipertahankan
sefisiologis mungkin. Tujuan dari anestesi adalah menghasilkan blokade terhadap
rangsang nyeri, blokade terhadap memori atau kesadaran dan otot lurik. Tindakan
anestesi berlandaskan kepada farmakologi dan fisiologis oleh karena itu
mempertahankan fungsi organ sefisiologis mungkin terhadap pengaruh dari
obat-obatan yang diberikan sangatlah penting sehingga hemodinamik pasien
perioperatif tetap stabil untuk itu diperlukan monitoring (Mangku dan Senapathi,
2010). Dalam PERMENKES RI No.519/MeNKeS/PER/III/2011