PENYULUHAN KESEHATAN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)
PENYULUHAN KESEHATAN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)
INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)
Oleh: Isdiharti, A.Md.Kep
Infeksi Saluran Kemih atau ISK merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi. ISK terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di saluran kemih, seperti uretra, kandung kemih, ureter, atau ginjal.
Apa saja gejala ISK?
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
-
Nyeri atau rasa perih saat buang air kecil.
-
Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
-
Rasa ingin buang air kecil terus-menerus meskipun urine yang keluar sedikit.
-
Urine tampak keruh, berbau lebih menyengat, atau dapat disertai darah.
-
Nyeri pada perut bagian bawah.
-
Demam atau menggigil, terutama jika infeksi sudah mencapai ginjal.
-
Nyeri pada pinggang atau punggung bagian samping.
Apa yang dapat meningkatkan risiko ISK?
Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko terjadinya ISK, antara lain kurang minum, kebiasaan menahan buang air kecil, kebersihan area genital yang kurang baik, penggunaan kateter, serta kondisi tertentu seperti kehamilan atau gangguan pada saluran kemih.
Bagaimana cara mencegah ISK?
Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan sederhana, seperti:
-
Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air yang cukup sesuai kondisi tubuh.
-
Jangan sering menahan buang air kecil.
-
Jaga kebersihan area genital dan bersihkan dengan cara yang tepat.
-
Setelah buang air besar, bersihkan dari arah depan ke belakang, terutama pada perempuan.
-
Gunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat.
-
Segera buang air kecil setelah berhubungan seksual.
-
Hindari penggunaan produk pembersih kewanitaan secara berlebihan karena dapat mengganggu keseimbangan alami area genital.
Kapan harus memeriksakan diri?
Jika muncul keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, urine berubah warna atau berbau menyengat, sebaiknya jangan diabaikan. Terlebih jika disertai demam, menggigil, nyeri pinggang, mual, atau muntah, karena dapat menandakan infeksi yang lebih serius.
Jangan mengonsumsi antibiotik sendiri tanpa pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan penyebab dan pengobatan yang tepat.
Penutup
ISK dapat dicegah dan diobati apabila ditangani dengan tepat. Mari biasakan hidup sehat, cukup minum, tidak menahan buang air kecil, menjaga kebersihan diri, dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami gejala ISK.
Kenali gejalanya, cegah risikonya, dan jangan abaikan keluhan saluran kemih.
Oleh: Isdiharti, A.Md.Kep
